Kunjungan Studi Banding dari DINSOS Provinsi Jawa Barat

  1. 11/11/2020 adalah tanggal cantik sekaligus moment unik bagi sejarah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Riyaadlul Jannah Baiturrahman  karena terpilih menjadi rujukan untuk Studi Banding dari jajaran pejabat Dinas Sosial (DINSOS) Provinsi Jawa Barat yang di pimpin oleh Ibu Dra. Hj. Elis kartini, M.Si sebagai Kepala Bidang pemberdayaan sosial DINSOS Provinsi Jawa barat dampingi oleh Ibu Lulu Wulansari dan Ibu Endah pejabat perwakilan DINSOS Kota Semarang dan DINSOS Provinsi Jawa Tengah.

Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB acara dipandu oleh Kepala Pengasuh LKSA / PSAA Riyaadlul Jannah Baiturrahman Bapak Abdul Rohman, kemudian dilanjutkan oleh Ibu Hj. Trusti Rahayus sebagai keynote speaker yaitu pembicara kehormatan yang memberi sambutan dan memberi materi, sebagai Ketua Pengurus LKSA / PSAA Riyaadlul Jannah Baiturrahman sekaligus Ketua Bidang Sosial Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Kota Semarang Jawa Tengah. Sebelum pemaparan materi, juga ada sambutan dari perwakilan DINSOS Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah, kemudian pemaparan maksud serta tujuan Studi Banding oleh Ibu Dra. Hj. Elis kartini, M.Si sebagai Kepala Bidang pemberdayaan sosial DINSOS Provinsi Jawa barat.  

Dilansir dari Wikipedia,  Studi Banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Kegiatan seperti ini tentunya sangat bagus bagi perkembangan suatu kebutuhan yang diharapkan sebagaimana mestinya.

Pengertian dari Studi Banding itu sendiri adalah sebuah konsep belajar yang dilakukan di lokasi dan lingkungan berbeda yang merupakan kegiatan yang lazim dilakukan untuk maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan, dan lain-lan.

Kegiatan studi banding dilakukan oleh kelompok kepentingan untuk mengunjungi atau menemui obyek tertentu yang sudah disiapkan dan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Intinya adalah untuk membandingkan kondisi obyek studi di tempat lain dengan kondisi yang ada di tempat sendiri. Hasilnya berupa pengumpulah data dan informasi sebagai bahan acuan dalam perumusan konsep yang diinginkan.

Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan studi banding adalah melakukan tinjauan dan evaluasi internal, mengenai mana saja yang akan dikembangkan dan dinaikan progresnya. Setelah itu dibuat draft list secara terstuktur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Tujuan utama melakukan studi banding nantinya adalah menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat scara teknis real dan empiris. Untuk dijadikan barometer dan pembanding yang kemudian masuk untuk menemukan sebuah pembaharuan yang aplikatif, baik untuk plan ke depan dalam jangka pendek dan jangka panjang secara futuristik. Jadi dengan kata lain tujuan dari studi banding tersebut adalah :
1. untuk menambah wawasan kita tentang tempat lain
2. untuk menimba pengalaman baru di ditempat lain
3. untuk membandingkan tempat kita dengan tempat lain
4. untuk menambah cakrawala berfikir kita

Alhamdulillah para peserta sangat antusias menyimak presentasi dari Ibu Hj. Trusti Rahayus sebagai pemateri inti dari acara Studi Banding. Seiring berjalannya acara kehangatanpun bertambah ketika sesi tanya jawab dipandu oleh Bapak Aripin sebagai Kepala Seksi (kaSie) Pendidikan Riyaadlul Jannah Baiturrahman,  karena memandu dengan bahasa Sunda yaitu komunikasi sehari-hari para peserta Studi Banding dari DINSOS Jawa Barat.

Selain pertanyaan dari para peserta, diantaranya Dra. Hj. Neni Hartini. MM kepala penyuluh sosial dan Dra. Elly, MM Kepala seksi keperintisan kepahlawanan kesetiakawanan dan restorasi sosial (K3RS) DINSOS Jawa Barat. yaitu menayakan mekanisme kerjasama anak asuh dan isu mengenai trafficking, kemudian mengenai konseling anak asuh, mengenai alumni anak asuh hingga pemberdayaan alumni anak asuh di LKSA / PSAA Riyaadlul Jannah Baiturrahman. Alhamdulillah dijawab dengan rinci dan detail sehingga memuaskan para peserta.

Ada juga pernyataan rasa kagum dan bangga dari Ibu Elis dan Bapak H. Mochammad Nur, BSW sebagai kepala seksi pendayagunaan potensi sumber kesejahteraan sosial dan sumbangan sosial DINSOS Jawa Barat karena takjumnya awal mula pendirian LKSA / PSAA Riyaadlul Jannah Baiturrahman yaitu dari sekumpulan ibu-ibu pengantar anak sekolah Hj. Isriati Masjid Raya Baiturrahman dengan segala keterbatasan hingga saat ini menjadi LKS berprestasi terbaik pertama Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah serta ke – 4 tingkat Nasional.

Dalam proses pengasuhan terhadap seluruh anak asuh di LKSA / PSAA Riyaadlul Jannah Baiturrahman ibu-ibu para pengurus memberikan fasilitas seperti kepada anak sendiri,  diantaranya tempat tidur spring bed, hingga menjaga dan memperhatikan perasaan anak dengan mempunyai mobil operasional antar jemput sekolah tanpa tulisan “PANTI ASUHAN” agar para anak asuh tetap percaya diri dengan teman-teman sekolah sebayanya. Bahkan mempunyai konsultan ahli professional seperti :

  • Konsultan Kerohanian Islam oleh Prof. DR. Muhibbin Noor, MA (Guru Besar dan Mantan Rektor UIN Walisongo)
  • Konsultan Kesejahteraan Sosial oleh H. Ateng Ghozali Miftah, SE. M.Si (Mantan Kepala Biro Kesra Jawa Tengah)
  • Konsultan Pendidikan Dra. Hj. Sri Tantowiyah, M.Pd. (Ketua Pengawas SMP dan SMK Hj. Isriati Baiturrahman)
  • Konsultan Kesehatan dr. Hj. Siti Nuraini Sp.Kj (dokter psikiater) dr. Hj. Nahwa Arkhaesi, M.Si. Med, SpA (dokter spesialis anak) dr. H. Gunadi, M.Kes. (dokter umum) drg. Hj. Lydia Inu Kertopati (dokter gigi)

 

Acara ditutup bersamaan dengan terdengarnya lantungan suara mengaji anak asuh sebelum dikumandangkan adzan shalat Dzuhur, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan kunjungan melihat ruangan lainnya / kamar anak asuh.

Para peseta Studi Banding sebelum berpamitan kemudian melaksanakn shalat Dzuhur berjamaah yg dipimpim oleh ustadz Rofiq Hasyim Asy’ari, Al-Hafidz Sebagai Kepala Seksi (Kasie) Rumah Tahfidz LKSA / PSAA Riyaadlul Jannah Baiturrahman. (Ar)